4 Info Parenting Mendidik dan Mendampingi Anak Hiperaktif

Anak merupakan anugerah Sang Pencipta yang kehadirannya seringkali ditunggu-tunggu oleh pasangan yang baru maupun sudah lama menikah. Tidak jarang calon orang tua yang mempersiapkan segala sesuatu jauh-jauh hari, termasuk mencari info parenting tentang cara mendidik dan mendampingi anak hiperaktif. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Ajarkan Anak untuk Belajar Bersabar

Anak hiperaktif memang tidak betah berdiam diri terlalu lama, contohnya saat berada di dalam antrean. Anda mungkin pernah mengajaknya membeli tiket offline atau belanja ke supermarket yang harus antre saat bertransaksi. Nah, bombing anak agar mau mengantre dengan cara memberi reward jika anak berhasil melewati ‘uji kesabaran’ ini.

Contoh lainnya adalah dengan mengajarkan anak berpuasa. Latih anak untuk berpuasa sejak dini agar terbiasa saat sudah baligh nanti. Puasa juga menjadi ajang latihan kesabaran yang terbukti manjur untuk semua kalangan usia.

  1. Menerapkan Pola Hidup Disiplin

But pengaturan waktu yang jelas kapan anak harus bangun tidur, sarapan, bersiap berangkat ke sekolah, makan dan istirahat siang, serta tidur malam. Acara khusus seperti piknik di belakang rumah atau lari pagi di taman kota atau alun-alun juga bisa Anda jadikan agenda rutin tiap pekan.

Info parenting ini membantu anak untuk belajar hidup disiplin dan mematuhi aturan. Kunci penting agar hal ini berhasil adalah dengan memberi contoh padanya. Oleh karena itu, pastikan Anda juga bersikap disiplin sehingga anak dengan mudah menirunya.

  1. Dampingi Sesi Belajarnya

Anak hiperaktif biasanya lebih senang bermain, berlari-larian, atau mengajak temannya mengobrol di kelas. Guru kelas biasanya kesulitan jika harus fokus pada anak Anda karena teman-temannya yang lain bisa terabaikan. Jika hal ini dibiarkan, maka prestasi anak Anda bisa menurun dan mengurangi kepercayaan mereka terhadap kemampuan diri sendiri.

Cara mengatasi permasalahan ini adalah dengan memberi tahu kebutuhan anak. Apa yang bisa menarik perhatian anak agar fokus belajar di kelas atau semacamnya. Selanjutnya, Anda juga perlu melakukan pendampingan saat anak belajar di rumah, baik ada PR atau sekadar mengulang pelajaran yang sudah dipelajari di sekolah.

  1. Cari Tahu Kelebihan Anak

Sebagian kasus anak hiperaktif menunjukkan bahwa mereka memiliki kecerdasan intelegensi di atas rata-rata. Namun demikian, perilaku hiperaktif ini bisa berdampak negatif pada kecerdasan emosionalnya. Beberapa sumber juga menyebutkan bahwa kecerdasan spiritual bisa mengimbangi atau menjadi penengah antara kecerdasan intelegensi dan emosional.

Tugas Anda sebagai orang tua adalah dengan mewujudkan keseimbangan antara ketiga kecerdasan tersebut. Didik anak hingga taat menjalankan perintah Allah dan gali potensinya. Jika anak memiliki kelebihan dalam olahraga, arahkan anak untuk menjadi seorang atlet. Kemudian, jika nilai-nilai akademisnya tinggi, dukung dengan fasilitas pendidikan terbaik.

Sebenarnya masih banyak lagi info parenting yang bisa Anda cari dari berbagai sumber. Tapi, info terbaik adalah dari pengalaman dan penyelidikan Anda sendiri terhadap jenis perilaku hiperaktif anak. Hal ini dikarenakan Anda sendirilah yang tahu cara yang tepat untuk mendidik dan mendampinginya. Semoga berhasil!