Birokrasi Pernikahan Di Indonesia, dari Menyiapkan Dokumen sampai Sekolah Pranikah

 

Indonesia adalah negara hukum, oleh sebab itu banyak aturan-aturan negara yang harus kita patuhi. Namun terkadang aturan-aturan tersebut cukup merepotkan dan terlalu ketat. Mulai dari ngurus KTP, Kartu Keluarga, SIM, passport dll, birokrasi dokumen di Indonesia cenderung berbelit-belit, termasuk mengurus pernikahan.

Ya, mengurusi pernikahan itu tidak cuma mengenai ijab kabul, resepsi serta bulan madu, tetapi anda juga akan disibukkan dengan ketentuan kelengkapan dokumen-dokumen. Terlebih Indonesia miliki 5 agama yang disadari, serta masing agama miliki birokrasi tidak sama.

Namun tenang, saya akan ngasih tahu anda step birokrasi beragam agama yang berada di Indonesia agar anda tidak bingung, tidak yakin? Segera simak yuk!

1. Kita dari mulai ketentuan agama yang miliki sebagian besar paling banyak di Indonesia, Islam

Anda mesti tetapkan dahulu menginginkan mengadakan akad pernikahanmu dimana, karna tempat akad nikah juga akan punya pengaruh pada pengurusan surat nikahmu. Jika akad nikah juga akan dilangsungkan di tempat tinggal CPW (Calon Pengantin Wanita) jadi CPP (Calon pengantin Pria) juga akan memerlukan Surat Numpang Nikah, serta demikian sebaliknya. Apabila Akad Nikah juga akan dikerjakan terkecuali di tempat tinggal CPW & CPP, jadi keduanya memerlukan Surat Numpang Nikah. Surat Numpang Nikah ini juga akan di keluarkan oleh KUA Kecamatan semasing. Saat pengurusan baiknya paling lambat 1 bulan sebelumnya Akad Nikah berlangsung

Prasyarat kepengurusan Surat Nikah untuk KUA :

Kriteria agama :
– Surat permintaan/formulir akad nikah di Masjid (min. 3 bulan terlebih dulu).
– Surat info Mualaf untuk calon pengantin yang baru masuk Islam.
Kriteria umum negara :
– Surat pengantar nikah dari KUA tempat akad nikah diselenggarakan.
– Surat info belum juga menikah dari RT/RW semasing.
– Surat info bentuk N1, N2, N3 (tidak harus), N4 dari kantor kelurahan setempat.
– Surat info N7 dari kantor kelurahan, untuk capeng yang akan menikah diluar kota.
– Surat info BP4 dari KUA.
– Berkas asli serta foto copy KTP.
– Berkas asli serta foto copy KK.
– Berkas asli serta foto copy Akta Kelahiran.
– Akta pernikahan orangtua.
– Akta kematian jika orangtua telah wafat.
– Surat izin menikah dari ortu untuk capeng yang berumur di bawah 21 th..
– Izin komandan untuk capeng yang anggota TNI/Polri.
– Akta cerai atau kematian untuk yang sempat menikah (N6).
– Dispensasi nikah dari kantor kecamatan, bila pernikahan baru didaftarkan 10 hari kerja sebelumnya hari H.
– Cocok photo ukuran 2×3 (4 lembar)

Namun untuk anda yang miliki pasangan bule/pernikahan kombinasi, prasyarat administrasi yang perlu diperlengkapi Warga negara asing :
– Berkas asli serta foto copy paspor calon mempelai serta ortunya.
– Berkas asli serta foto copy Akta Kelahiran.
– Surat tanda lapor diri dari kepolisian tempat lokasi WNA tinggal di Indonesia.
– Surat info jenis K-2 dari Dinas Kependudukan.
– Surat izin menikah dari kedutaan, yang berisi tak ada rintangan untuk menikah untuk WNA, yang ditranslate oleh penerjermah tersumpah.
– Surat Info Keimigrasian (SKK) dari Imigrasi.
– Surat Info Tempat Tinggal (SKKT) untuk masyarakat sesaat.
– Jika telah cerai, bukti surat asli diserahkan ke KUA.

Keterangan :
N1 : Surat Keterangan untuk Nikah
N2 : Surat Keterangan Asal Usul
N3 : Surat Persetujuan Mempelai (tidak harus)
N4 : Surat Keterangan tentang Orang Tua
N6 : Surat Keterangan Kematian, untuk capeng yang berstatus janda/duda karna ditinggal (wafat) oleh pasangannya terdahulu
N7 : Surat Pemberitahuan Akan Nikah, untuk yang juga akan menikah di luar kota
BP4 : Surat dari Tubuh Penasehat, Pembinaan serta Pelestarian Perkawinan

Baca Juga: Contoh Surat Keterangan

2. Bila yang beragama Kristen, bagaimana? Ini lho kriterianya

Kriteria agama :
– Surat permintaan/formulir pemberkatan nikah yang diurus di sekretariat Gereja semasing (min. 3 bulan terlebih dulu).
– Berkas asli serta foto copy Surat Baptis.
– Berkas asli serta foto copy Surat Sidi.
– Ikuti konseling pra nikah (lama saat ditetapkan oleh Gereja, di mana pernikahan juga akan diberkati).
Kriteria umum negara :
– Sertifikat pemberkatan dari Gereja tempat pemberkatan nikah diselenggarakan.
– Kartu Anggota Jemaat (KAJ) Gereja.
– Surat info belum juga menikah dari RT/RW semasing.
– Surat info bentuk N1, N2, N3 (tidak harus), N4 dari kantor kelurahan setempat.
– Surat info N7 dari kantor kelurahan, untuk capeng yang akan menikah diluar kota.
– Berkas asli serta foto copy KTP.
– Berkas asli serta foto copy KK.
– Berkas asli serta foto copy Akta Kelahiran.
– Akta pernikahan orangtua.
– Akta kematian jika orangtua telah wafat.
– Surat izin menikah dari ortu untuk capeng yang berumur di bawah 21 th..
– Izin komandan untuk capeng yang anggota TNI/Polri.
– Akta cerai atau kematian untuk yang sempat menikah (N6).
– Dispensasi nikah dari kantor kecamatan, bila pernikahan baru didaftarkan 10 hari kerja sebelumnya hari H.
– Photo berdampingan ukuran 4×6, tempat pria disamping kanan wanita (10 lembar).